Tuesday, 18-01-2022 | 12:21:06 pm

Fachrori Ajukan RAPBD Tahun Anggaran 2019 Rp.4,388 Triliun

Fachrori Ajukan RAPBD Tahun Anggaran 2019 Rp.4,388 Triliun Ketua DPRD Provinsi Jambi Cornelis Buston menerima Nota Pengantar RAPBD Pemprov Jambi 2019 dari Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar dalam sidang paripurna di gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (17/9). (https://jambi.antaranews.com)

NMCBerita.id, Jambi - Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar menyampaikan nota pengantar RAPBD Tahun 2019  sebesar Rp4,388 triliun.

"Rencana belanja daerah direncanakan dalam RAPBD tahun anggaran 2019 sebesar Rp4,388 triliun terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp2,626 triliun dengan proporsi sebesar 59.86%  dan belanja langsung sebesar Rp1,761 triliun dengan proporsi sebesar 40.14%  dari total belanja daerah," katanya dalam sidang paripurna DPRD Provinsi Jambi, Senin (17/9).

Sedangkan pendapatan daerah, lanjut Fachrori, ditargetkan sejumlah Rp4,092 triliun, target itu belum memperhitungkan pendapatan yang bersumber dari dana transfer khusus fisik yang pada tahun 2018 ditetapkan sejumlah Rp194,413 miliar.

Ditambahkannya, anggaran untuk belanja daerah itu mengacu kepada Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2019 yang telah disepakati bersama DPRD dengan mempertimbangkan kondisi potensi dan peluang yang dimiliki daerah serta dengan memperhatikan berbagai kebijakan regional dan nasional.

Pada belanja tidak langsung lebih dominan dialokasikan untuk belanja pegawai sejumlah Rp1,346 triliun atau 51,27% dari belanja tidak langsung.

Sedangkan alokasi belanja langsung tahun anggaran 2019 sebesar Rp1,761 triliun atau berkurang sejumlah Rp314,159 miliar dari belanja tahun 2018 sejumlah Rp2,075 triliun.

"Penurunan ini lebih disebabkan oleh belum dialokasikannya belanja yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik," katanya.

Adapaun belanja langsung lebih dialokasikan pada bidang infrastruktur di Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan sebesar Rp724,6 miliar atau setara dengan 41,13% dari total belanja langsung.

"Alokasi anggaran infrastruktur diarahkan dalam rangka memperlancar arus distribusi barang dan jasa melalui peningkatan kuantitas dan kualitas  infrastruktur sesuai kewenangan provinsi. Selain itu pembangunan bidang infrastruktur juga diarahkan untuk menunjang ketahanan pangan dan pencapaian target SDG'S berupa infrastruktur air bersih," kata Fachrori.

Kemudian untuk bidang pendidikan akan terus diupayakan meminimalisir permasalahan penerimaan siswa baru terutama jenjang pendidikan SMA dan SMK, melalui pemerataan kuantitas dan kualitas pendidikan.

Untuk itu Pemprov Jambi tetap mengalokasikan belanja honorarium bagi tenaga guru non PNS dan belanja beasiswa sebanyak 3.000 orang dengan besaran sesuai jenjang pendidikan calon penerima beasiswa.

Selanjutnya untuk bidang kesehatan dialokasikan anggaran sejumlah Rp237,239 miliar yang diarahkan antara lain  untuk membiayai pemenuhan standar pelayanan minimal bidang kesehatan.

Untuk  pembangunan di bidang ekonomi diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui meningkatkan peran bidang pertanian, yang diarahkan pada pengembangan teknologi pertanian hulu sampai dengan hilir serta mengintegrasikarn dengan bidang pembangunan lainnya seperti bidang UMKM, dan perindustrian perdagangan.

Sementara itu pada sisi pembiayaan daerah diproyeksikan penerimaannya sejumlah Rp310,853 miliar yang diperoleh dari prediksi Sisa Lebih Perhitungarn Anggaran (SILPA) tahun anggaran 2018.

"Penerimaan pembiayaan ini dipergunakan untuk menutupi defisit anggaran belanja Tahun 2019," kata Fachrori. (NMC01)