Wednesday, 01-12-2021 | 01:50:30 am

Polda Jambi Tahan Sekcam Rimbo Tengah Dan Mantan Kabid Damkar Bungo

Polda Jambi Tahan Sekcam Rimbo Tengah Dan Mantan Kabid Damkar Bungo Foto : Polda Jambi Tahan Muhammad (Pensiunan PNS Bungo Dan Irwansyah Sekcam Rimbo Tengah)

NMCBerita.ID, Bungo -Terkait dengan dugaan korupsi pengadaan sarana instalasi ruang operasi (SIRO) tim Ditreskrimsus Polda Jambi melalui penyidik Subdit III Tipikor, mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan Sarana Instalasi Ruang Operasi (SIRO) RSUD H Hanafie Muara Bungo, Kabupaten Bungo, tahun 2018.

Tak hanya itu saja penyidik juga telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Keduanya adalah Muhammad yang merupakan pensiunan PNS. 

Muhammad jabatan terakhirnya menduduki sebagi Kabid Damkar pada Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bungo. 

Perannya adalah selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Kemudian adalah Irwansyah, yang merupakan Sekcam Rimbo Tengah (Adek dari salah satu pejabat eselon III Kabupaten Bungo).

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol M Edi Faryadi mengatakan, kedua tersangka memiliki peran masing-masing dalam mengelola SIRO.

"Dalam kasus ini, tersangka Muhammad merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan I (Irwansyah, red) merupakan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan," kata dia, Senin kemarin (24/8) di Mapolda Jambi.

Lanjutnya, pada proyek SIRO tersebut dianggarkan dana sebesar Rp 7,3 miliar, yang bersumber dari APBD Kabupaten Bungo tahun 2018. "Kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus ini lebih kurang Rp 1,2 miliar," tambahnya.

Keduanya pun telah ditahan sejak Rabu (19/8) lalu. Selain itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jambi telah, menetapkan bahwa berkas pemeriksaan terhadap keduanya telah lengkap sudah P21.

Rencananya kata Edi, kedua tersangka akan diserahkan ke Kejati Jambi dalam minggu ini juga. 

“Segera kita limpahkan,” kata dia. Saat ini lanjut perwira menengah tiga melati itu, penyidik juga masih melakukan pengembangan dalam kasus ini.

Tidak menutup kemungkinan kata dia, dalam penyelidikan itu akan berkembang dengan tersangka baru. 

“Bisa saja ada penambahan (tersangka, red). Kita tunggu saja apa ada yang baru,” kata Edi, sambil tersenyum.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka bakal dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 2009 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana Diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Ancaman hukumannya, paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara. Serta denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.(**)